Web Server dan DNS Server

//Post ini adalah dokumentasi kuliah Praktikum Jaringan Komputer tanggal 22 September 2010

A. Web Server

Web Server adalah program komputer yang bertugas melayani (serve) permintaan klien seperti web pages, menggunakan protokol HTTP (Hyper Text Transfer Protocol) dalam ruang lingkup World Wide Web (WWW).

Secara singkat cara kerja Web Server digambarkan sebagai berikut:


Secara singkat dapat di jelaskan bahwa client menggunakan web browser memberikan request kepada Web Server.  Web Server akan menjawab permintaan client dengan mengirimkan reply berupa web pages menggunakan protokol HTTP.

Ada beberapa software web server yang di produksi oleh vendor-vendor tertentu seperti Apache, IIS (Vendor: Microsft, GWS dan lain-lain). Berikut ini adalah vendor yang menyediakan aplikasi web server yang paling banyak di gunakan.

1. Apache 60%

2. Microsoft 31%

3. Sun 1.6 %, dan lain-lain

B. DNS Server

DNS Server (Domain Name System) Server merupakan salah satu application layer yang memiliki 2 fungsi utama, yaitu Memetakan nama host menjadi IP address dan sebaliknya memetakan IP address menjadi nama host.

Berikut adalah flow chart yang menjelaskan bagaimana sebuah DNS Server bekerja dalam membantu user mengakses halaman sebuah website

Pertama-tama, user memasukan alamat sebuah web pada web browser. Kemudian halaman web akan di cari pada DNS Server lokal, apabali halaman web tersebut sudah berada pada cache, maka akan dihubungkan pada Web Server dan PC akan menampilkan halaman web yang di minta. Apabila web tidak terdapat pada cache, hal yang di lakukan DNS Server adalah mencarinya pada Root DNS. Jika ada maka akan di hubungkan dengan web server dan halaman akan di tampilkan, sebaliknya maka pada web browser akan di tampilkan keterangan bahwa halaman yang di cari tidak di temukan. Dibawah ini merupakan contoh kondisi dimana web server tidak bisa menemukan web page yang di cari, dan ditampilkan pada web browser.

Pada Windows, kita bisa menambahkan DNS dengan cara sebagai berikut. (Menggunakan Windows 7)

1. Pada Windows buka Network Connections. Jika sulit, anda bisa menggunakan fitur “Help” pada Windows untuk mencariya.

2. Pilih jaringan yang akan kita atur DNS nya. (Pada kasus ini saya menggunakan ‘Wireless Connection Network’ dengan nama SSID thenest-2). Klik Kanan, pilih ‘properties‘.

Pilih Internet Protocol Version 4 (TCP/IPv4), kemudian pilih ‘Properties’.

3. Pilih ‘Use the following DNS server addreses‘ dan masukan IP Address DNS Server yang akan kita gunakan. Klik OK.

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, bahwa DNS Server berfungsi untuk memeatakan nama host kedalam IP address dan sebaliknya. Untuk memperjelas, saya akan sedikit ‘mengotak-atik’ ‘hosts‘ file pada directory ‘etc‘ pada System32.

1. Pertama-tama buka ‘hosts’ pada C:\Windows\System32\drivers\etc\hosts. File dapat dibuka menggunakan notepad atau notepad ++

2. Kita bisa menambahkan IP Address dan host name pada file host. pada percobaan yang saya lakukan, saya menggunakan hostname randompc dan IP address 192.168.100.118. Jangan lupa untuk menyimpan (save) perubahan.

3. Kemudian buka Command Prompt (cmd) dan ketikkan ‘ping’ diikuti dengan host name yang baru di tambahkan tadi. contoh: ping randompc


Dari percobaan diatas kita bisa melihat bahwa host name langsung di petakan menjadi IP Address oleh DNS Server. ketika kita mengetikkan ping ranmdompc , maka secara otomatis DNS Server akan memetakan nya langsung ke alamat 192.168.100.118 seperti yang sudah saya tambahkan tadi.

** Konfigurasi DNS Menggunakan Bind9

Bind9 adalah salah satu aplikai yang berjalan pada sistem operasi Linux / Unix yang dapat di manfaatkan untuk menngonfigurasikan DNS.

pertama, kita buat sebuah direktori untuk menyimpan file kita pada direktori etc/bind

mkdir /etc/bind/zones/master/

kemudian kita buat sebuah file zone:

vim /etc/bin/zones/master/db.example

konten db.example:

Selanjutnya akan di buat file db.ip

vim /etc/bind/zones/master/db.ip ; berikut adalah isi file db.ip

kemudian buat file named.conf.local

vim /etc/bind/zones/master/named.conf.local

isi file named.conf.local:

kemudian restart bind dengan mengetikkan

/etc/init.d/bind9 restart

kemudian, mulai lah lakukan test.

Leave a comment

Your comment